sweety butterfly

sweety butterfly

Saturday, August 7, 2010

Sama, seperti malam malam sebelumnya~with my lovely candle night.

Lagi lagi di suasana malam yang sama, *tak berbintang*. Namun malam ini terasa labih gelap. Hanya kerdip lilin yang menghidupkan malam ini. Kuperhatikan dengan seksama lilin itu. Lilin yang jaraknya ± 20 cm dari pandanganku. Kuperhatikan juga tiap lelehannya yang semakin lama semakin banyak. Lilin itu hampir habis dan tak lama kemudian rata dengan lelehannya. Keadaan bertambah gelap saja.

Tiba-tiba saya teringat sebuah kutipan dari novel, ’the magic finger’ karangan Roald Dahl *salah satu pengarang buku fav saya*.

” my candle burns at both ends
it will not last the night
but ah my foes and oh my friends
it gives a lovely light”

”aku bagai lilin yang terbakar kedua ujungnya
cahayanya tidak akan bertahan lama
tapi ah teman dan lawan
betapa indah cahayanya nan menawan”

Ga tau kenapa seneng banget sama kutipan itu. Singkat dan punya makna yang dalam. Saya tela’ah juga maksud kutipan itu.
Lilin itu lama lama habis juga dan kalau sudah habis ga mungkin kembali ya kan?
Cahaya itu lama lama juga surut seiring dengan lilinnya yang terus meleleh akan panasnya api.

Sama kaya kita semua, yang ga kan bertahan lama di dunia ini.
Ukuran lilin itu sama kaya panjang/pendeknya umur kita, kawan.
Cahaya lilin itu adalah api kehidupan kita, yang kita sendiri juga ga tau sampai kapan api itu akan terus bertahan dan menerangi atmosfer hidup kita.
Pada massanya nanti cahaya itu akan meredup dengan sendirinya dan lambat laun lilin itu akan habis tanpa ada yang tau kapan hal itu terjadi.

2 comments:

leave your comment here, thanks ;)