sweety butterfly

sweety butterfly

Thursday, April 11, 2013

Spring in Penang!

Wait, Penang tidak terletak di negara nontropis. Ya memang. Terus kenapa ada spring? :)

Well saya sangat bersyukur bisa melewati hari-hari disini. Kenapa saya kasih title ini dalam postingan sekarang? Check it out!

Di bagian prolog saya mau bercerita sedikit. Pada dasarnya saya pecinta cherry blossom, atau sering kita kenal dengan bunga sakura. Mulai saat itu saya juga mencintai musim semi, musim dimana sakura bermunculan dan bermekaran. Di belahan utara bumi, musim semi dimulai sekitar tanggal 21 Maret hingga 21 Juni. Di Tokyo, Jepang sakura mekar sekitar awal April. Ya dan April adalah bulan dimana saya dilahirkan, and a coincidence is hari lahir saya bertepatan dengan munculnya sakura ke permukaan :) itu mengapa saya sangat menyukai sakura dengan musim seminya.

Saya menghabiskan waktu di Penang sekitar pertengahan Maret sampai awal April. Saya senang dengan bulan ini, karna hal itu menandakan bahwa musim semi sudah datang di belahan bumi bagian utara, meskipun saya berada di bumi bagian tenggara, tapi saya turut merasakan kehadiran musim semi :D

Saya tidak pernah menyangka akan ada disini sebelumnya. Ya Penang dengan sejuta keindahan laut dan alamnya, membuat saya kerasan tinggal disini. Tinggal di Bandung  yang setiap harinya mulai dipenuhi dengan asap knalpot dan polusi, membuat pemandangan Penang lebih bersahabat dengan saya saat itu.

Bagaimana dengan kegiatan student exchange?

Lagi-lagi saya harus bersyukur untuk kesekian kali karna di USM, saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa baik, perhatian, dan selalu membuat kami tertawa =)) mengingat dulu saya tak mau exchange kesini, tapi ternyata Allah telah menyiapkan recana yang lebih indah untuk saya, and slow but sure I know the reason, why do I have to been here.

Panitia SE (Student Exchange)  meng-agendakan kegiatan kami selama disini. Mulai dari jadwal kuliah dan jadwal-jadwal kami di luar kuliah :)

Boleh saya share sedikit dengan kegiatannya, saya pernah berkesempatan mengikuti kegiatan jalinan komuniti dimana saya dan teman-teman mengunjungi tempat yang memfasilitasi anak-anak tuna rungu dan tuna wicara untuk belajar, dan ini pengalaman yang luar biasa, kami bisa langsung berinteraksi dengan mereka, ya meskipun berkomunikasi dengan mereka agak sedikit sulit tapi kami senang bisa bermain bersama.

Kita juga pernah diskusi langsung dengan teman-teman sains politic USM mengenai diaspora budaya dan perkembangan melayu. Wawasan kami mulai terbuka dan ‘konflik’ yang selama ini santer diberitakan media, ternyata hanya suatu hal yang berlebihan, kita sebagai mahasiswa harus lebih peka dalam memahami hal ini. Soal klaim budaya itu memang ada, kesalahan nenek moyang kita yang lupa mengungkapkan identitas budaya masing-masing, dan kurangnya pengetahuan mengenai sejarah budaya dan bangsa menjadi faktor yang memicu adanya ‘konflik’. Adanya perkawinan orang-orang dari dua negara ini yang melahirkan generasi penerus dan dari pertumbuhan generasi tersebut tak ada pembenaran yang mengungkapkan asal-usul budaya itu sendiri, hal ini menjadi pemicu untuk saling merasa dan menerka bahwa kebenaran ada di pihak kami atau mereka. Namun tetaplah Indonesia – Malaysia memiliki keunikan budaya masing-masing dan harus dilestarikan dengan caranya sendiri.

Oke guys, kalau diceritakan semua kegiatan disini mungkin postingan ini akan beres esok hari hahaha. Bagaimana pun semuanya sangat bermanfaat bagi kami. Pengalaman, pembelajaran, teman, kesempatan, mimpi, sebuah kebetulan, cerita.... all of those are impossible to be forgotten.

Terimakasih untuk kesetiaannya menemani kami selama 25 hari kemarin. Thanks for love and caring Abangah, Nadhir, and all of USM’s students, teman-teman PPI (persatuan pelajar Indonesia) sungguh perhatian kalian begitu besar untuk kami, dan teman-teman UNPAD yang luar biasa, we can call it is a happy new family. Tak lupa terimakasih untuk KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) atas perhatiannya telah meminjamkan kostum untuk menari :)

Mimpi kita semua sama, kita dipertemukan lagi di lain kesempatan! :)

Satu hal yang pasti, kami semakin cinta dengan Ibu Pertiwi, Indonesia. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, Indonesia tetaplah rumah kami, tempat dimana kami akan pulang kemanapun kami pergi.

‘Walaupun banyak negeri kujalani
Yang mahsyur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku, disanalah ku merasa senang
Tanah ku tak kulupakan, Engkau kubanggakan
Indonesiaku.

Dan aku rindu pantai dengan sejuta pesonanya di kala senja tiba.
Senja di Bandung - 11 April 2013, 17:49 WIB.


No comments:

Post a Comment

leave your comment here, thanks ;)