sweety butterfly

sweety butterfly

Friday, February 10, 2017

Vitamin "S"

It was a long time no baper (bawa perasaan – red), a looong time no feel the air in blogging and smelling of something to reminded of. Hehehe

Rasanya pengen mengendus ini blog, masih akfif ga sih, dan kemana orangnya -_- susah ya buat konsisten? Iya mempertahankan untuk tetap menulis ga gampang juga…

Oh yes, in screaming I want to say I need vitamin S. What is it? Some of you will think it is Sea or Something else? Guess what?

Actually..

I need vitamin of soul. Ahay, gelik ya. But it’s real. Yap bukan jamannya lagi cari sosok buat menjadi moodbooster. Semuanya tergantung kamu.

Btw hey sekarang udah 2017! Udah 7 tahunan ini blog exist di dunia maya. Bener-bener maya a.k.a ga nyata, dengan kuantitas tulisan yang semakin menurun tentu saja. Hmm bukan, bukan saya lupa sama blog ini tapi ya itu (apa sih ya ini itu), 7 tahun sudah kita bersama, ber-turbulensi maksimal, ber-transformasi selama kurun waktu 7 tahun. Dari jaman saya mulai kuliah, lulus, kerja, sampe kuliah lagi.. semoga cepet lulusnya, terus kuliah lagi (boleh di Amin-kan?) :)

7 tahun engaged dan loyal dengan blog ini saya kok jadi terharu juga walaupun isinya kadang suka mellow drama, nyampah, kadang juga insyaf hehe. Karena selama 7 tahun ini, teknologi semakin berkembang pesat, social media semakin banyak dan variatif, seiring dengan itu semua, media curhat dan sharing session pun semakin terfasilitasi dengan mudahnya. Tapi dengan blog, saya punya cita rasa sendiri. Yang paling beda dari yang lain. Iyalah, ini unlimited space juga sih buat “nyampah” hahaha ga deng blog ini jadi saksi tumbuh kembang saya selama 7 tahun. Apakah saya semakin dewasa atau tetap awet muda seperti 7 tahun lalu? Nahkan nyampah lagi…

7 tahun bukan waktu yang singkat, bagi saya yang saat itu mulai menapaki masa transisi dari seorang teenager ke adult, belajar menemukan jati diri, bertemu orang-orang baru dari beberapa wilayah di Indonesia. Rasanya dunia semakin terlihat lebih luas, meskipun saya ga kemana-mana sih (ya ga usah di puk-puk in juga).

Menjalani rutinitas yang sama setiap harinya di kota orang, bertahan dengan kehidupan bersama para buruh, merasakan susahnya cari uang, cari ilmu, cari sahabat yang tulus dan jujur. Duhduh kenapa omelan semua ya? Bukan, bukan.. bukannya gamau bersyukur…
Saya tentu sangat bersyukur ditempa seperti ini, karena ini adalah bagian dari perjuangan hidup. Great things never come from comfort zones. Yes indeed.

So sekarang sih sabar aja intinya yaa, semua akan indah pada….. waktunyaaaa (as always).
Jadi apa kaitannya sama Vitamin S? (the longest prolog ever, me so sorry, I just miss to write everything).

Soul, jiwa. Jiwa kamu sama kaya ragamu, perlu nutrisi atau asupan yang bergizi tinggi untuk tumbuh sehat dan punya bekal yang baik. Bekal apa? Bekal ketika semuanya butuh pertanggungjawaban.

Ilmu yang didapat dari gelar sarjana dipakai buat apa? uang yang diterima dari tempat kerja dipakai buat apa? udah dikasi ke siapa? semua perilaku dan sikap pada keluarga dan orang lain udah bermanfaat atau belum? dan masih banyak hal lainnya yang masih luput dari ingatan kita, bahwa semua hal yang kita lakukan adalah AMANAH.

Refreshment seperti ini yang saya sebut sebagai vitamin S. The vitamin of soul. Ya, tentu saja kita harus saling mengingatkan dalam kebaikan bukan? :)
Semangat buat kamu, semoga tujuan kehidupan kita semua semata-mata karena untuk mencari ridha Allah SWT.



Happy Jumu’ah
Jumada I 1438 AH
02/10/17 – 12.17 a.m.

Tuesday, March 29, 2016

Change is a sign that you live your life. So people will change, time flies, but memory don’t.
Life is dynamic with its rotation. You grow up, you understand, it’s mean you have changed.
Love is about how you enjoy with all of the changes in your life, especially in your heart.
Acceptance, patience, listen, sincerity, maturity, thankfulness, all of them will bring a happiness in your lovely life.

Many people have changed around us, like the sun which is do the revolution. Sometimes full of light, sometimes live at the darkness. Occasionally come up and let go. Once in a while pay attention and then does not matter. Somewhile create a happiness or a sadness.

Yes that’s life.

It is about acceptance, patience, listen, sincerity, maturity, and thankfulness.

But I can’t change the way of life which is supposed to happen.
That’s life, you will not feel alive until you have changed yourself and people around you.
I just do my best, even though I know that life has never been easy.
Let’s treat people as good as you are.

Ciao!

Thursday, January 21, 2016

Nice Wednesday

Someone says that “if you want to know the world, then read more. If you want to known to the world, then write more.”

So I really really miss it, to write again, to share, to give thanks, and fill my blank page again. Writing is my reflection, evaluation, and motivation. Indeed. Today is Wednesday and no matter what, I love Wednesday and Friday as always.

Akan selalu ada cerita baru di setiap harinya, begitupun di hari Rabu ini.
Pertemuan kami tidak lama, tapi dibilang sebentar juga tidak, intesitas pertemuan pun hanya sesekali tapi rutin kami lakukan. Suatu keberuntungan untukku hadir di tengah lingkungan teman-teman yang selalu mengajarkan kebaikan. Tentang Islam, tentang semua hal yang pada akhirnya membuatku selalu rindu dan malu pada-Nya.

Di tengah kesibukan kami bekerja, satu kali dalam seminggu kami rutin belajar tahsin (belajar membaca Al-quran). Banyak ilmu baru yang kudapat dari kelompok ini. Ternyata banyak hal yang baru aku ketahui. Selain belajar Alqur’an, kami pun belajar materi Islam lainnya, seperti ilmu parenting,  perkembangan Islam dunia, sejarah Islam, dsb. Aku sangat bersyukur, Allah mempertemukanku dengan mereka. Dan hari ini, guru kami mengaji harus pergi karna suatu hal. Sosok yang sangat menginspirasi, akan selalu terkenang selamanya. Makasih Teh Rindu, We will miss you. Beliau bilang, kesuksesan pengajar terletak pada keberhasilan anak didiknya. Ketika anak didiknya mampu menyebarkan ilmu yang dia dapatkan, disitulah letak kepuasan seorang pengajar. Ya someday I will tell you what I’ve learned. Khususnya ilmu parenting yang baru saya tahu, ternyata jadi orang tua ada sekolahnya juga hehe.

Masuk ke halaman baru, sedikit cerita tentang proses menjemput ilmu. Semoga kita semua selalu haus untuk mendapatkan ilmu baru ya. Kerja sambil kuliah atau kuliah sambil kerja ternyata tidak mudah, bahkan sampai saat ini di tengah tumpukan tugas, jari-jari saya mengarah kesini, ke halaman kosong yang sudah lama tidak diisi.  Dengan sharing seperti ini rasanya beban hidup jadi terbagi :p Menggali ilmu baru di ranah ekonomi dari nol, hmm rasanya butuh effort yang ga sedikit, jadi rindu fisip sebenarnya :( tapi ini keputusan saya untuk cross major ke dunia ekonomi.

Apapun reasonnya semua hal diatas adalah soal menjemput ilmu. Tidak mengenal waktu, usia, kapanpun, dimanapun selagi ada kesempatan, kejarlah ilmu sebanyak yang kau bisa..


Yup and that is my Wednesday story. How about you?
Btw, I'm posting in the middle at night between Wednesday and Thursday.
So it's 00.15 a.m huft.


PS : I do love Wednesday because I was born in Wed :D


Saturday, November 14, 2015

"Aku berlindung kepada Allah dari ketidakpastian masa depan, dari keputusan yang salah, dari pahitnya kenyataan, dari hati yang terbolak-balik, dan dari teman yang berkhianat."

Guide Me, Yaa Allah.

Saturday, October 31, 2015

Keep on Shining

Dear teman-teman blogger dan reader, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat ya saat membaca tulisanku ini :)

Nikmat sehat harus kita syukuri, dengan sehat kita semua bisa melakukan semua aktivitas dengan baik. Seperti aku pagi ini, Allah masih mengizinkanku untuk menikmati pagi dengan hangatnya mentari.

Aku sedang dalam perjalanan pulang ke Bandung, bukan main senangnya. Setelah satu bulan lebih ga pulang-pulang, beberapa jam lagi bisa melihat senyum Ibu, Bapak, dan keluarga secara langsung. Home is where the heart is, rite? :)
      
Selalu ada sesuatu yang terfikirkan saat dalam perjalanan. Ya kemanapun, bahkan jika dalam perjalanan digunakan untuk tidur saja rasanya sayang sekali. Mungkin sebagian berfikir, ngapain ngeliatin mobil-mobil, pohon-pohon dan beberapa hal yang sudah biasa sekali dilihat saat pergi jalan-jalan. Tapi bagiku, perjalanan selalu mengajarkan kita untuk 'berkoneksi' dengan alam. Seperti mentari pagi atau senja di kala sore. Jangan biarkan pohon-pohon saja yang merasakan kehangatan semua itu. Tapi kita juga bisa menikmatinya :)

Berkoneksi dengan alam tentu saja mengingatkan kita pada Penciptanya. Maha Indah Allah dengan segala ciptaan-Nya :) Maha Indah Allah dengan segala rencana-Nya. Iya dari semua urusan kehidupan, Allah adalah perencana dan penentu terbaik, Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan... sekalipun aku memang tidak bisa menggenggam langit kala itu, meskipun terjatuh, tapi aku jatuh diantara bintang-bintang.

"Bermimpilah setinggi langit, sekalipun engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang" - Laskar Pelangi.

Selalu banyak cara Allah menunjukkan jalan-Nya pada kita, bisa melalui rezeki yang tidak disangka-sangka, melalui pertemuan dengan orang lain, dengan kesempatan, peluang, ilmu dll. Allah sedang menyiapkan skenario terbaik untuk kita :) tetaplah berfikir positif dari semua kejadian dan peristiwa kehidupan. Aku menunggu kejutan lainnya dari Mu Yaa Rabb.. terimakasih untuk kesempatan dan rezeki yang tidak kusangka :)

I'm ready for the next project, to be people who can change the world , ya especially for my beloved Indonesia :) be grateful !!!


Ciao, Happy Saturday.
Anisa - at KM 122

Saturday, July 25, 2015

Catch the Sky

Apa cuman aku yg ingin menembus batas realistis itu?
Memecahkan dinding yg selama ini kita tahu sama tahu kalau ia begitu kokoh tak terkalahkan?

.....

Apa ada yg salah dengan mimpi ini?
Aku tau langit tidak akan terjangkau olehku yg kecil.                   
Tapi apa salah jika aku sebatas duduk diatas awan, memandang langit, merasakan kebebasan untuk sebentar saja...

Tak ada yg salah bukan jika bermimpi bisa menggenggam langit?

Keep on dreaming.
Do the best and Allah will guide the best for you too.

Sunday, June 28, 2015

Warna Warni Ramadhan

Hello fellas, how are you?
Semoga kamu semua dalam keadaan sehat ya dalam menjalankan puasa Ramadhan kali ini. Begitu juga dengan saya yang Alhamdulillah sehat walafiat :) justru biasanya berat badan saya nambah nih kalau puasa, karena pola makan yang sangat teratur dari biasanya dan jam tidur yang juga lebih banyak dari biasanya huahaha eits jangan salah hal tsb linear kok dengan ibadahnya, Insha Allah ya :)

Excited sekali setiap bertemu bulan spesial ini, selain menjadi ajang perbaikan diri, bulan ini juga selalu penuh cerita. Sudah dua tahun ini saya menjalankan puasa Ramadhan di perantauan (btw, walopun Cikarang dekat dengan Bandung, masih tetap dibilang rantau kan? Hehe). Ya tahun 2014 yang lalu adalah kali pertama saya menjalankan Ramadhan di rantau tepatnya masih di kosan lama, Cibitung. Kamar dengan ukuran 3x6 m, kamar yang bisa dibilang cukup besar untuk ditinggali sendiri itu, disanalah saya merasa sendiri dan sepi *duh apa sih ini* ya saya sangat bersyukur sekali teman, karena ada Ibu kosan yang setia membangunkan saya sahur dan ngasi saya makan sahur juga. Ketika itu saya lihat tetangga kos saya yang justru makan sendiri. Mungkin kalo bahasa anak sekarang bilangnya gini : “Alhamdulillah rezeki anak sholehah :)” 

Selain puasa di kosan, saya juga bersyukur punya saudara sepupu yang tinggal di Cibitung city tsb, kalau saya merasa bosan, saya tinggal lari kesana.. Alhamdulillah ini benar-benar nikmat loh :)

Tahun ini saya juga masih menjalankan rutinitas puasa Ramadhan dengan kesendirian... heeee *hening* saya tidak tinggal di kosan yang lama lagi, saya move ke Cikarang. Sebelum puasa kemarin saya sempat khawatir bagaimana sahurnya, karena mayoritas anak kosan disini adalah non muslim, begitupun dengan Mbak kosanya yang juga non muslim. Kosan saya kali ini berlokasi di perumahan cukup elite, dimana harga makanan agak sedikit mahal dan membutuhkan effort lebih untuk jajan keluar, kecuali dengan jasa delivery sih mudah. Tapi... dengan tegasnya si Mbak bilang “tenang saya masakin kok kalo puasa”... hmm Alhamdulillah apakah ini masih rezeki si anak sholehah?” :p *tahan untuk ga update* just kidding guys.

Jadi minoritas ditengah mayoritas memang ga mudah ya guys.. tapi ceritanya jadi lain kalau ternyata, yang mayoritas itu benar-benar menghargai kaum minoritas. Ini yang saya rasakan, sikap saling menghargai dan menghormati satu sama lain.. bener-bener indah. Dengan sigapnya, Mbak nya ini memiliki peran kedua setelah Ibu, dia bangunin saya sahur jam 3.30, bikinin saya teh manies, dan makanan sudah siap semua di atas meja :”) nikmat Tuhanmu yang mana yang akan kau dustakan... bersyukur banget karena teman kos saya yang lain di komplek ini, Mbak kosnya ga masakin buat mereka. Sebenarnya masak sendiri seru, tapi dengan keterbatasan waktu dan tempat, kadang ga semudah itu menjalankan kegiatan yang harus konstan kamu lakukan setiap hari. Tapi Ahamdulillah kami semua disini bersyukur dengan kondisi masing-masing :)

Selain itu saya bener-bener paham sekarang dengan pendapat orang yang bilang tentang manfaat merantau, salah satu manfaatnya adalah mendapatkan ilmu. Ternyata memang betul, contohnya saat solat tarawih kemarin di masjid, penceramahnya bagus banget, beliau menerangkan tentang pentingnya menjaga shaf (barisan solat ketika solat berjamaah di masjid). Siapa diantara mereka yang menjaga shaf shalat maka Allah akan memberi rahmat pada orang tsb. Dan justru yang tidak mempedulikan shaf shalatnya dan membiarkan syaitan ada di antara ma’mum maka merugilah orang tsb. Ya kurang lebih seperti itu, terdengar simple, tapi justru yang simple itu yang sering kita lewatkan.

Selain itu mengenai keutamaan shalat yang diatas segalanya, shalat adalah tiang agama. Melalaikan shalat saja bisa menjadi golongan neraka, apalagi yang meninggalkan? Naudzubillah. Lalu yang melalaikan itu yang bagaimana? Yang tata cara shalatnya masih belum mengikuti ajaran Rasulullah SAW, shalatnya masih belang-betong (jarang-jarang), shalatnya tidak tepat waktu, dll. Astagfirullahaladzim. :(

Dari ceramah tsb saya tertegun, ilmu ini baru bagi saya dan saya mendapatkannya disini. Selalu ada ilmu baru dimanapun, selama kita mau menjemputnya guys :”)

“Barang siapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga (HR. Ahmad, dll).”

Ya begitulan cerita Ramadhan saya kali ini, saya benar-benar penasaran dengan puasa tahun depan, apakah masih menjalankan rutinitas puasanya disini? Apakah di tempat baru? Hmm apakah ditemani orang baru? (baca : teman baru loh) hehe.. tapi yang tidak kalah penting jadi renungan adalah apakah umur kita masih sampai untuk menjalankan dan menutup puasa Ramadhan tahun ini? :)

Selamat menjalankan puasa Ramadhan ya guys, manfaatkan sebaik mungkin moment ini untuk meningkatkan kualitas diri! Kita berlomba-lomba menjadi yang terbaik di hadapan Allah SWT. 


Regards,
Anisa