Hari itu tanggal 11 Agustus 2010, tepatnya kemarin. Hari pertama puasa di bulan ramadhan. Ya udara di Bandung cukup panas. Tapi lain halnya dengan di dago atas. Ya saya baru pulang dari kampus baru saya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran di jalan bukit dago utara no 25. Disana udaranya dingiiiiin, Bandung banget deh pokoknya :) ditambah banyaknya pohon yang mengelilingi kampus tersebut.
Tapiii rasanya hati saya tidak sedingin disana, hati saya tiba-tiba menjadi panas seketika!
Saya pulang sendirian dengan hati tenang dan tanpa beban sebenernya, tapi apa? Setelah sampai di rumah dan melihat pengumuman bahwa saya diterima di Insitut Pertanian Bogor, hati saya jadi sedikit mendidih (re:panas).
Entahlah saya tidak mengerti dari mana perasaan itu datang. Seneng iya, sedih iya, nyesel juga ada (tapi sedikit kok), rasa bersyukur pun ada. Campur aduk deh pokoknya.
Memang untuk test yang satu ini, butuh perjuangan sedikit lebih keras dari tes-test sebelumnya. Saya sempat kehilangan dompet sebelum pergi ke bogor. Padahal saat itu baru dari bank ngambil uang, dan uang saya hilang begitu saja. Lagi-lagi keteledoran saya kumat, keteledoran yang hampir dan bahkan sudah stadium 4! :( tapi yaudahlah mungkin belum rezeki saya, dan mungkin orang yang menemukan uang itu lebih membutuhkannya dari saya. Masalah uang hilang beres!
Nah yang saya sesalkan, saya telat melihat pengumuman itu, kelewat telaaaat! Itu kali yaa yang buat saya nyeseeek ga ada abisnya ;( dan kalo dibayangin terus bikin ga enak juga.
Tapiiiiiiiii yaudahlah, mungkin di UNPAD memang yang terbaik, belum waktunya saya sekolah ke luar kota (padahal pengen bangetz), belum waktunya saya jauh dari ibu saya beserta keluarga, belum waktunya saya pisah terlalu jauh dengan teman-teman saya, belum waktunya ninggalin Bandung secepat ini ;), dan masih ada segudang alasan saya masih dan harus menetap di Bandung aja, disamping takdir saya mendapatkan ini.
Saya percaya ini jalan dari Allah, saya kembalikan semunya pada-Nya. Saya tahu semuanya udah ada yang ngatur, dan semua udah ada jalannya masing-masing. Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk terus dekat dengan keluarga, terutama ibu saya tersayang yang sebenarnya sedikit berat kalo saya kuliah ke luar kota.
Semoga saya bisa terus berkarya, terus semangat dalam meraih cita di kampus tercinta, FISIP UNPAD :D
Subhanallah besok malam semua umat muslim di dunia akan melakukan shalat tarawih bersama.
SELAMAT DATANG BULAN PENUH BERKAH DAN PENGAMPUNAN :D
Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan menyambut bulan penuh berkah dan pengampunan ini. Saya masih bisa melakukan tarawih bersama dengan keluarga tercinta, dan kedua sahabat saya tersayang Febry dan Shelly :))
Bener-bener ga kerasa. Saya ingat sekali puasa tahun lalu saya masih duduk di bangku SMA kelas XII di kelas XII-IPA-3, SMAN 14 Bandung. Saat itu sedang berlangsung UTS. Yah lumayan lah UTS di bulan puasa bener-bener menguji kesabaran. hehe.
Tapi…Alhamdulillah semua itu udah terlewati.
Nuansa puasa tahun ini jelas beda. Temen baru, lingkungan baru, sekolah baru ;) everything has changed!
Waktu cepat sekali berjalan, seiring pertumbuhan saya menuju kedewasaan.
Di umur saya yang ke 18 ini, rasanya belum melahirkan sesuatu yang benar- benar signifikan.
Pola pikir belum berubah, penampilan masih gini-gini aja (walaupun ada niat dan rencana utuk menutup semua aurat saya ---> dikerudung ,Insya Allah), dan masih banyak hal yang harus saya lakukan untuk menjadi lebih baik. Tapi semua kembali ke proses.
Proses pendewasaan misalnya, masih perlu banyak belajar untuk proses yang satu ini.
Belajar dari kesalahan, belajar dari pengalaman, belajar lebih baik dll. Ya rasanya hal itu belum cukup, masih banyak hal untuk lebih mengerti hidup ini.
Kehidupan yang sebenarnya ga mudah untuk dijalani. Ya kuncinya adalah ikhlas dan sabar.
Hidup di dunia ini hanya sementara,teman. Jangan jadikan dunia ini sebagi surga kita. Tapi jadikan surga kita adalah surga sebenarnya di akhirat nanti. Amin
Jadi, manfaatkan waktumu sebaik mungkin, sebaik yang kau bisa selagi ada kesempatan yang yang tak terhitung di luar sana, selama mungkin yang kau bisa. ;)
Sebelumnya mohon maaf bila saya ada kesalahan baik lisan maupun perbuatan yang disengaja maupun tidak. Maaf yaaaa semua.
Lagi lagi di suasana malam yang sama, *tak berbintang*. Namun malam ini terasa labih gelap. Hanya kerdip lilin yang menghidupkan malam ini. Kuperhatikan dengan seksama lilin itu. Lilin yang jaraknya ± 20 cm dari pandanganku. Kuperhatikan juga tiap lelehannya yang semakin lama semakin banyak. Lilin itu hampir habis dan tak lama kemudian rata dengan lelehannya. Keadaan bertambah gelap saja.
Tiba-tiba saya teringat sebuah kutipan dari novel, ’the magic finger’ karangan Roald Dahl *salah satu pengarang buku fav saya*.
” my candle burns at both ends
it will not last the night
but ah my foes and oh my friends
it gives a lovely light”
”aku bagai lilin yang terbakar kedua ujungnya
cahayanya tidak akan bertahan lama
tapi ah teman dan lawan
betapa indah cahayanya nan menawan”
Ga tau kenapa seneng banget sama kutipan itu. Singkat dan punya makna yang dalam. Saya tela’ah juga maksud kutipan itu.
Lilin itu lama lama habis juga dan kalau sudah habis ga mungkin kembali ya kan?
Cahaya itu lama lama juga surut seiring dengan lilinnya yang terus meleleh akan panasnya api.
Sama kaya kita semua, yang ga kan bertahan lama di dunia ini.
Ukuran lilin itu sama kaya panjang/pendeknya umur kita, kawan.
Cahaya lilin itu adalah api kehidupan kita, yang kita sendiri juga ga tau sampai kapan api itu akan terus bertahan dan menerangi atmosfer hidup kita.
Pada massanya nanti cahaya itu akan meredup dengan sendirinya dan lambat laun lilin itu akan habis tanpa ada yang tau kapan hal itu terjadi.
Sebenernya udah dari dulu banget pengen nge-blogging, tapitapi baru sekarang ada kesempatan ;)
Well, pada dasarnya saya suka menulis. Ya menulis apapun, terutama puisi.
Suka berpuisi mulai dari SMP. Saat di bangku SMA kelas X sering disuruh Bu Heryani (guru bahasa Indonesia yang paling sabar menghadapi kegilaan anak-anak) baca puisi didepan kelas.
Dan surprisingly! Tau reaksi teman2 saya?
Mereka semua ketawa! Hihi ada yang aneh atau gimana saya gatau.
Tapi yang saya suka, mereka senang melihat penampilan saya saat membawakan puisi di hadapan mereka. Terimakasih ;)
Teruslah berkarya, menginspirasi banyak orang.
Karena setitik saja goresan pena kalian, bisa merubah cakrawala dunia.