sweety butterfly

sweety butterfly

Thursday, January 4, 2024

Validasi Rasa…

Ini yang sudah lama tidak dilakukan..

Ini yang ternyata sangat perlu dilakukan

Dan ternyata dibutuhkan oleh tubuh..

Supaya apa?

Supaya kita itu dianggap normal.. normal sbg manusia saat bertemu dengan macam2 rasa.

Kita boleh merasa kecewa, jengkel, marah akan sebuah ketidakadilan.

Atas pengharapan yang mungkin kelewat tinggi, ah tapi tidak juga..

Trs dimana titik adilnya? Kalau selama ini sudah melakukan hal yg benar..

Iya benar, tp kalau yg benar tidak kelihatan untuk apa??????

 

Ini cerita memang masih ngomongin manusia

Kalau yg Maha Adil ya tentu kita semua sudah tahu.

Tapi itu td yg saya bilang, validasi rasa atas perilaku manusia juga itu penting lho..

Karena kita jg manusia yg perlu dimanusiakan bukan?

 

Baru tahu ternyata keberanaran yang ditampilkan itu untuk sebagian orang sangatlah perlu

Selama ini merasa benar dalam diam ternyata “diam diam kalah”

Padahal sudah berlaku benar tp masih saja bisa kalah…

Bukan merasa paling benar sih, cuman untuk apa selama ini bekerja keras dalam kebenaran tapi tak diakui?

Oh ya ternyata pengakuan itu lebih penting dari kebenaran yang dilakukan diam2..

 

Kita harus bercahaya dengan cara kita sendiri, dengan warna kita sendiri, dan kita harus mengakui supaya kita mau diakui, bahwa cahaya yang kita punya, cahaya yang kita pancarkan itu sangat berarti dan penting.

Ujung2 nya semua bertolak ukur pada kepercayaan.

Jika kamu diakui kamu berarti dipercaya, dan sebaliknya jika km tidak diakui berarti kamu tidak dipercaya.

Betapa mahal harga sebuah kepercayaan untuk merasa diakui orang lain.

Saat ini kusadari pengakuan tsb sangat penting. Yaa penting agar dapat diakui sbg manusia yang benar dan layak untuk diakui bahwa cahaya yang dimilikinya itu benar2 baik dan indah..

Percuma bercahaya tp tak dilihat

Lalu bagaimana caranya supaya diakui kebenaran kita?

Tentu saja yg pertama berserah diri dulu sama Allah, supaya niat kita baik dan lurus, ini penting

Dpt pengakuan dari manusia memang melelahkan, maka kita butuh Allah yg membuka jalannya, supaya Allah ridho dan berkah jalan rezeki kita.

Lalu yg kedua cari jalan supaya bisa berdamai dengan diri sendiri. Dengan menulis ini, saya harap validasi rasa yg ada dapat diakui oleh diri saya sendiri dulu sblm diakui org lain.

Iya saya akan bercerita tentunya dengan dia yg paling logis dan lebih banyak juga luas pengalamannya..

Tapi.. kadang saya jd benci dengan diri saya sendiri..

Knp saya begitu lemah? Knp saya ga mencintai diri saya sendiri untuk bisa maju?

Knp cahaya saya tidak sampai ke arah sana?

Knp begitu malas mengakui bahwa saya sangat berharga?

Mungkin selama ini terlalu sibuk, terlalu lelah dengan rutinitas, ya rutinitas yg sebenernya penting tp tak dianggap penting…

Lelah jiwa dan raga ini…..

Boleh ya bersandar dan duduk dulu sebentar….

Kita akui perasaan kecewa ini, dan jujur saja aku trauma menghadapi ini..

Kita tak bisa mengkondisikan orang lain, jd kitanya yg harus respect terhadap diri kita sendiri, dan membangun kepercayaan itu dari awal.

Ah sungguh lelah berharap pada manusia L

***

Yaa Allah, aku sungguh sangat berharap kepadaMu saja.

Tp kenapa semua ini tak adil? Knp cara yg dilakukannya sungguh dipercaya baik..

Cara yang tak pernah terpikirkan, cara yang sebenarnya aku benci L

***

Jadi jagalah kepercayaan itu s/d kamu bisa meraih apa yang seharusnya km dapatkan.

Sebuah mutiara akan tetap jadi mutiara dimanapun dia berada..

Cahaya nya, kekuatannya, keindahannya akan terus ada dimanapun ditempa kerasnya dunia

Yang perlu dia lakukan adalah keberanian untuk diakui

Keberanian dan percaya diri bahwa dia ada, dia benar, dia bisa dan dia layak untuk dipercaya..

Mudahkan yaa Allah, sungguh aku berlindung kepadamu dari ketidakadilan, dari ketidaktahuan masa depan dan dari pengharapan kepada manusia..

***

Ini rasaku hari ini, smoga besok pancaran warnanya lebih indah dan damai dengan keikhlasan.. J

 



Friday, February 10, 2017

Vitamin "S"

It was a long time no baper (bawa perasaan – red), a looong time no feel the air in blogging and smelling of something to reminded of. Hehehe

Rasanya pengen mengendus ini blog, masih akfif ga sih, dan kemana orangnya -_- susah ya buat konsisten? Iya mempertahankan untuk tetap menulis ga gampang juga…

Oh yes, in screaming I want to say I need vitamin S. What is it? Some of you will think it is Sea or Something else? Guess what?

Actually..

I need vitamin of soul. Ahay, gelik ya. But it’s real. Yap bukan jamannya lagi cari sosok buat menjadi moodbooster. Semuanya tergantung kamu.

Btw hey sekarang udah 2017! Udah 7 tahunan ini blog exist di dunia maya. Bener-bener maya a.k.a ga nyata, dengan kuantitas tulisan yang semakin menurun tentu saja. Hmm bukan, bukan saya lupa sama blog ini tapi ya itu (apa sih ya ini itu), 7 tahun sudah kita bersama, ber-turbulensi maksimal, ber-transformasi selama kurun waktu 7 tahun. Dari jaman saya mulai kuliah, lulus, kerja, sampe kuliah lagi.. semoga cepet lulusnya, terus kuliah lagi (boleh di Amin-kan?) :)

7 tahun engaged dan loyal dengan blog ini saya kok jadi terharu juga walaupun isinya kadang suka mellow drama, nyampah, kadang juga insyaf hehe. Karena selama 7 tahun ini, teknologi semakin berkembang pesat, social media semakin banyak dan variatif, seiring dengan itu semua, media curhat dan sharing session pun semakin terfasilitasi dengan mudahnya. Tapi dengan blog, saya punya cita rasa sendiri. Yang paling beda dari yang lain. Iyalah, ini unlimited space juga sih buat “nyampah” hahaha ga deng blog ini jadi saksi tumbuh kembang saya selama 7 tahun. Apakah saya semakin dewasa atau tetap awet muda seperti 7 tahun lalu? Nahkan nyampah lagi…

7 tahun bukan waktu yang singkat, bagi saya yang saat itu mulai menapaki masa transisi dari seorang teenager ke adult, belajar menemukan jati diri, bertemu orang-orang baru dari beberapa wilayah di Indonesia. Rasanya dunia semakin terlihat lebih luas, meskipun saya ga kemana-mana sih (ya ga usah di puk-puk in juga).

Menjalani rutinitas yang sama setiap harinya di kota orang, bertahan dengan kehidupan bersama para buruh, merasakan susahnya cari uang, cari ilmu, cari sahabat yang tulus dan jujur. Duhduh kenapa omelan semua ya? Bukan, bukan.. bukannya gamau bersyukur…
Saya tentu sangat bersyukur ditempa seperti ini, karena ini adalah bagian dari perjuangan hidup. Great things never come from comfort zones. Yes indeed.

So sekarang sih sabar aja intinya yaa, semua akan indah pada….. waktunyaaaa (as always).
Jadi apa kaitannya sama Vitamin S? (the longest prolog ever, me so sorry, I just miss to write everything).

Soul, jiwa. Jiwa kamu sama kaya ragamu, perlu nutrisi atau asupan yang bergizi tinggi untuk tumbuh sehat dan punya bekal yang baik. Bekal apa? Bekal ketika semuanya butuh pertanggungjawaban.

Ilmu yang didapat dari gelar sarjana dipakai buat apa? uang yang diterima dari tempat kerja dipakai buat apa? udah dikasi ke siapa? semua perilaku dan sikap pada keluarga dan orang lain udah bermanfaat atau belum? dan masih banyak hal lainnya yang masih luput dari ingatan kita, bahwa semua hal yang kita lakukan adalah AMANAH.

Refreshment seperti ini yang saya sebut sebagai vitamin S. The vitamin of soul. Ya, tentu saja kita harus saling mengingatkan dalam kebaikan bukan? :)
Semangat buat kamu, semoga tujuan kehidupan kita semua semata-mata karena untuk mencari ridha Allah SWT.



Happy Jumu’ah
Jumada I 1438 AH
02/10/17 – 12.17 a.m.

Tuesday, March 29, 2016

Change is a sign that you live your life. So people will change, time flies, but memory don’t.
Life is dynamic with its rotation. You grow up, you understand, it’s mean you have changed.
Love is about how you enjoy with all of the changes in your life, especially in your heart.
Acceptance, patience, listen, sincerity, maturity, thankfulness, all of them will bring a happiness in your lovely life.

Many people have changed around us, like the sun which is do the revolution. Sometimes full of light, sometimes live at the darkness. Occasionally come up and let go. Once in a while pay attention and then does not matter. Somewhile create a happiness or a sadness.

Yes that’s life.

It is about acceptance, patience, listen, sincerity, maturity, and thankfulness.

But I can’t change the way of life which is supposed to happen.
That’s life, you will not feel alive until you have changed yourself and people around you.
I just do my best, even though I know that life has never been easy.
Let’s treat people as good as you are.

Ciao!

Thursday, January 21, 2016

Nice Wednesday

Someone says that “if you want to know the world, then read more. If you want to known to the world, then write more.”

So I really really miss it, to write again, to share, to give thanks, and fill my blank page again. Writing is my reflection, evaluation, and motivation. Indeed. Today is Wednesday and no matter what, I love Wednesday and Friday as always.

Akan selalu ada cerita baru di setiap harinya, begitupun di hari Rabu ini.
Pertemuan kami tidak lama, tapi dibilang sebentar juga tidak, intesitas pertemuan pun hanya sesekali tapi rutin kami lakukan. Suatu keberuntungan untukku hadir di tengah lingkungan teman-teman yang selalu mengajarkan kebaikan. Tentang Islam, tentang semua hal yang pada akhirnya membuatku selalu rindu dan malu pada-Nya.

Di tengah kesibukan kami bekerja, satu kali dalam seminggu kami rutin belajar tahsin (belajar membaca Al-quran). Banyak ilmu baru yang kudapat dari kelompok ini. Ternyata banyak hal yang baru aku ketahui. Selain belajar Alqur’an, kami pun belajar materi Islam lainnya, seperti ilmu parenting,  perkembangan Islam dunia, sejarah Islam, dsb. Aku sangat bersyukur, Allah mempertemukanku dengan mereka. Dan hari ini, guru kami mengaji harus pergi karna suatu hal. Sosok yang sangat menginspirasi, akan selalu terkenang selamanya. Makasih Teh Rindu, We will miss you. Beliau bilang, kesuksesan pengajar terletak pada keberhasilan anak didiknya. Ketika anak didiknya mampu menyebarkan ilmu yang dia dapatkan, disitulah letak kepuasan seorang pengajar. Ya someday I will tell you what I’ve learned. Khususnya ilmu parenting yang baru saya tahu, ternyata jadi orang tua ada sekolahnya juga hehe.

Masuk ke halaman baru, sedikit cerita tentang proses menjemput ilmu. Semoga kita semua selalu haus untuk mendapatkan ilmu baru ya. Kerja sambil kuliah atau kuliah sambil kerja ternyata tidak mudah, bahkan sampai saat ini di tengah tumpukan tugas, jari-jari saya mengarah kesini, ke halaman kosong yang sudah lama tidak diisi.  Dengan sharing seperti ini rasanya beban hidup jadi terbagi :p Menggali ilmu baru di ranah ekonomi dari nol, hmm rasanya butuh effort yang ga sedikit, jadi rindu fisip sebenarnya :( tapi ini keputusan saya untuk cross major ke dunia ekonomi.

Apapun reasonnya semua hal diatas adalah soal menjemput ilmu. Tidak mengenal waktu, usia, kapanpun, dimanapun selagi ada kesempatan, kejarlah ilmu sebanyak yang kau bisa..


Yup and that is my Wednesday story. How about you?
Btw, I'm posting in the middle at night between Wednesday and Thursday.
So it's 00.15 a.m huft.


PS : I do love Wednesday because I was born in Wed :D


Saturday, November 14, 2015

"Aku berlindung kepada Allah dari ketidakpastian masa depan, dari keputusan yang salah, dari pahitnya kenyataan, dari hati yang terbolak-balik, dan dari teman yang berkhianat."

Guide Me, Yaa Allah.

Saturday, October 31, 2015

Keep on Shining

Dear teman-teman blogger dan reader, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat ya saat membaca tulisanku ini :)

Nikmat sehat harus kita syukuri, dengan sehat kita semua bisa melakukan semua aktivitas dengan baik. Seperti aku pagi ini, Allah masih mengizinkanku untuk menikmati pagi dengan hangatnya mentari.

Aku sedang dalam perjalanan pulang ke Bandung, bukan main senangnya. Setelah satu bulan lebih ga pulang-pulang, beberapa jam lagi bisa melihat senyum Ibu, Bapak, dan keluarga secara langsung. Home is where the heart is, rite? :)
      
Selalu ada sesuatu yang terfikirkan saat dalam perjalanan. Ya kemanapun, bahkan jika dalam perjalanan digunakan untuk tidur saja rasanya sayang sekali. Mungkin sebagian berfikir, ngapain ngeliatin mobil-mobil, pohon-pohon dan beberapa hal yang sudah biasa sekali dilihat saat pergi jalan-jalan. Tapi bagiku, perjalanan selalu mengajarkan kita untuk 'berkoneksi' dengan alam. Seperti mentari pagi atau senja di kala sore. Jangan biarkan pohon-pohon saja yang merasakan kehangatan semua itu. Tapi kita juga bisa menikmatinya :)

Berkoneksi dengan alam tentu saja mengingatkan kita pada Penciptanya. Maha Indah Allah dengan segala ciptaan-Nya :) Maha Indah Allah dengan segala rencana-Nya. Iya dari semua urusan kehidupan, Allah adalah perencana dan penentu terbaik, Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan... sekalipun aku memang tidak bisa menggenggam langit kala itu, meskipun terjatuh, tapi aku jatuh diantara bintang-bintang.

"Bermimpilah setinggi langit, sekalipun engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang" - Laskar Pelangi.

Selalu banyak cara Allah menunjukkan jalan-Nya pada kita, bisa melalui rezeki yang tidak disangka-sangka, melalui pertemuan dengan orang lain, dengan kesempatan, peluang, ilmu dll. Allah sedang menyiapkan skenario terbaik untuk kita :) tetaplah berfikir positif dari semua kejadian dan peristiwa kehidupan. Aku menunggu kejutan lainnya dari Mu Yaa Rabb.. terimakasih untuk kesempatan dan rezeki yang tidak kusangka :)

I'm ready for the next project, to be people who can change the world , ya especially for my beloved Indonesia :) be grateful !!!


Ciao, Happy Saturday.
Anisa - at KM 122

Saturday, July 25, 2015

Catch the Sky

Apa cuman aku yg ingin menembus batas realistis itu?
Memecahkan dinding yg selama ini kita tahu sama tahu kalau ia begitu kokoh tak terkalahkan?

.....

Apa ada yg salah dengan mimpi ini?
Aku tau langit tidak akan terjangkau olehku yg kecil.                   
Tapi apa salah jika aku sebatas duduk diatas awan, memandang langit, merasakan kebebasan untuk sebentar saja...

Tak ada yg salah bukan jika bermimpi bisa menggenggam langit?

Keep on dreaming.
Do the best and Allah will guide the best for you too.

Sunday, June 28, 2015

Warna Warni Ramadhan

Hello fellas, how are you?
Semoga kamu semua dalam keadaan sehat ya dalam menjalankan puasa Ramadhan kali ini. Begitu juga dengan saya yang Alhamdulillah sehat walafiat :) justru biasanya berat badan saya nambah nih kalau puasa, karena pola makan yang sangat teratur dari biasanya dan jam tidur yang juga lebih banyak dari biasanya huahaha eits jangan salah hal tsb linear kok dengan ibadahnya, Insha Allah ya :)

Excited sekali setiap bertemu bulan spesial ini, selain menjadi ajang perbaikan diri, bulan ini juga selalu penuh cerita. Sudah dua tahun ini saya menjalankan puasa Ramadhan di perantauan (btw, walopun Cikarang dekat dengan Bandung, masih tetap dibilang rantau kan? Hehe). Ya tahun 2014 yang lalu adalah kali pertama saya menjalankan Ramadhan di rantau tepatnya masih di kosan lama, Cibitung. Kamar dengan ukuran 3x6 m, kamar yang bisa dibilang cukup besar untuk ditinggali sendiri itu, disanalah saya merasa sendiri dan sepi *duh apa sih ini* ya saya sangat bersyukur sekali teman, karena ada Ibu kosan yang setia membangunkan saya sahur dan ngasi saya makan sahur juga. Ketika itu saya lihat tetangga kos saya yang justru makan sendiri. Mungkin kalo bahasa anak sekarang bilangnya gini : “Alhamdulillah rezeki anak sholehah :)” 

Selain puasa di kosan, saya juga bersyukur punya saudara sepupu yang tinggal di Cibitung city tsb, kalau saya merasa bosan, saya tinggal lari kesana.. Alhamdulillah ini benar-benar nikmat loh :)

Tahun ini saya juga masih menjalankan rutinitas puasa Ramadhan dengan kesendirian... heeee *hening* saya tidak tinggal di kosan yang lama lagi, saya move ke Cikarang. Sebelum puasa kemarin saya sempat khawatir bagaimana sahurnya, karena mayoritas anak kosan disini adalah non muslim, begitupun dengan Mbak kosanya yang juga non muslim. Kosan saya kali ini berlokasi di perumahan cukup elite, dimana harga makanan agak sedikit mahal dan membutuhkan effort lebih untuk jajan keluar, kecuali dengan jasa delivery sih mudah. Tapi... dengan tegasnya si Mbak bilang “tenang saya masakin kok kalo puasa”... hmm Alhamdulillah apakah ini masih rezeki si anak sholehah?” :p *tahan untuk ga update* just kidding guys.

Jadi minoritas ditengah mayoritas memang ga mudah ya guys.. tapi ceritanya jadi lain kalau ternyata, yang mayoritas itu benar-benar menghargai kaum minoritas. Ini yang saya rasakan, sikap saling menghargai dan menghormati satu sama lain.. bener-bener indah. Dengan sigapnya, Mbak nya ini memiliki peran kedua setelah Ibu, dia bangunin saya sahur jam 3.30, bikinin saya teh manies, dan makanan sudah siap semua di atas meja :”) nikmat Tuhanmu yang mana yang akan kau dustakan... bersyukur banget karena teman kos saya yang lain di komplek ini, Mbak kosnya ga masakin buat mereka. Sebenarnya masak sendiri seru, tapi dengan keterbatasan waktu dan tempat, kadang ga semudah itu menjalankan kegiatan yang harus konstan kamu lakukan setiap hari. Tapi Ahamdulillah kami semua disini bersyukur dengan kondisi masing-masing :)

Selain itu saya bener-bener paham sekarang dengan pendapat orang yang bilang tentang manfaat merantau, salah satu manfaatnya adalah mendapatkan ilmu. Ternyata memang betul, contohnya saat solat tarawih kemarin di masjid, penceramahnya bagus banget, beliau menerangkan tentang pentingnya menjaga shaf (barisan solat ketika solat berjamaah di masjid). Siapa diantara mereka yang menjaga shaf shalat maka Allah akan memberi rahmat pada orang tsb. Dan justru yang tidak mempedulikan shaf shalatnya dan membiarkan syaitan ada di antara ma’mum maka merugilah orang tsb. Ya kurang lebih seperti itu, terdengar simple, tapi justru yang simple itu yang sering kita lewatkan.

Selain itu mengenai keutamaan shalat yang diatas segalanya, shalat adalah tiang agama. Melalaikan shalat saja bisa menjadi golongan neraka, apalagi yang meninggalkan? Naudzubillah. Lalu yang melalaikan itu yang bagaimana? Yang tata cara shalatnya masih belum mengikuti ajaran Rasulullah SAW, shalatnya masih belang-betong (jarang-jarang), shalatnya tidak tepat waktu, dll. Astagfirullahaladzim. :(

Dari ceramah tsb saya tertegun, ilmu ini baru bagi saya dan saya mendapatkannya disini. Selalu ada ilmu baru dimanapun, selama kita mau menjemputnya guys :”)

“Barang siapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga (HR. Ahmad, dll).”

Ya begitulan cerita Ramadhan saya kali ini, saya benar-benar penasaran dengan puasa tahun depan, apakah masih menjalankan rutinitas puasanya disini? Apakah di tempat baru? Hmm apakah ditemani orang baru? (baca : teman baru loh) hehe.. tapi yang tidak kalah penting jadi renungan adalah apakah umur kita masih sampai untuk menjalankan dan menutup puasa Ramadhan tahun ini? :)

Selamat menjalankan puasa Ramadhan ya guys, manfaatkan sebaik mungkin moment ini untuk meningkatkan kualitas diri! Kita berlomba-lomba menjadi yang terbaik di hadapan Allah SWT. 


Regards,
Anisa

The Power of Character~

Setiap orang punya karakter masing-masing, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Karakter bisa dibentuk dari pola asuh keluarga dan juga lingkungan di sekitarnya.

Disini saya tidak berperan sebagai seorang ahli pslikolog atau seorang magister sumber daya manusia dan sejenisnya. Saya hanya -a full time learner- saya manusia pembelajar yang ingin menjadi lebih baik di setiap harinya. Saya ingin share dengan pembaca sekalian.

Saya sangat bersyukur dilahirkan sempurna di tengah keluarga yang baik. Keluarga yang lengkap dan hangat. Bapak dan Ibu yang selalu memberikan saya kebebasan untuk membentuk karakter saya sendiri. Memilih teman, berkenalan dengan alam dan lingkungan, mengembangkan potensi dan masih banyak hal lainnya. Mereka membiarkan saya jatuh dan bangun sendiri, mereka membiarkan saya berproses sebebasnya. Ya saya sangat bersyukur.. karena saya membiarkan perasaan, pengalaman, dan cerita ini mengalir dengan semestinya. Rasa sakit, kecewa, senang, semuanya saya nikmati step by step. Dan sampai sekarang saya masih ‘bermain’ dalam alur cerita kehidupan ini.

Mereka tidak serta merta melepaskan saya sendiri, saya masih dibawah bimbingan mereka, Ibu yang sampai detik ini masih jadi pendengar setia, Bapak juga yang walaupun terlihat cuek tapi sebenarnya sangat peduli dengan saya. Ya setiap orang punya caranya masing-masing untuk mengembangkan dirinya. Bagaimana dengan kamu?

Pembentukan karakter ini sangat penting sekali, karena akan dibawa sampai dengan kita dewasa. Ada tiga poin pengembangan diri yang sampai saat ini masih saya ingat. Yang pertama bebas dari penjara keluarga, artinya kita bebas dari hal-hal yang selama ini jadi alasan kakurangan kita, dan alasannya adalah keluarga. Misalkan “saya jadi begini karena keluarga saya begini...” blablaaa Astagfirullahaladzim.

Yang kedua adalah bebas dari penjara fisik, alangkah lebih baik kita bersyukur pada Allah dengan kondisi fisik kita sekarang, jika kita masih mengeluhkan fisik sebagai alasan kekurangan dalam hidup artinya kita masih terpenjara soal fisik. Dan yang terakhir adalah bebas dari penjara lingkungan. Jangan sampai juga alasan lingkungan tempat kita tinggal menjadi penghambat kita dalam mengembangkan diri. Mari kita bebaskan diri kita dari ketiga penjara tadi, saya tau itu tidak mudah, bahkan saya sendiri pun pernah mengalami terpenjara di salah satunya. Astagfirullahaladzim.

Ilmu tsb saya dapatkan sewaktu saya kuliah dulu dan Alhamdulillah hal tsb menjadi motivasi saya untuk selalu bersyukur dan terus mengembangkan diri. Jadi proses pengembangan diri inilah yang nantinya akan membentuk karakter seseorang.

Sebetulnya apa perbedaan watak dan karakter? Mana salah satunya yang bisa dan tidak bisa dirubah dalam diri seseorang? Apakah watak seseorang itu mutlak dan melekat? Hmm yang saya tahu setiap manusia yang berusaha untuk lebih baik pasti akan berubah ke arah yang lebih baik pula. Ya berubah.... justru yang sulit itu adalah konsisten terhadap perubahannya itu sendiri.

Namun bagi karakter seseorang yang bersinergi positif, perubahan itu tetap akan bernilai positif. Lalu bagaimana jika perubahan itu tidak berjalan istiqamah atau konsisten? Apakah karena karakter atau wataknya yang sudah melekat seperti itu?

Saya sebagai pembelajar, berusaha menjadi lebih baik dari kesalahan, dari kekurangan dan hal-hal yang perlu di-improve lainnya. Untuk melakukan itu semua saya perlu mengetahui nilai. Nilai mana saja yang baik dan tidak baik. Butuh pencerahan, petunjuk, dan penegasan. Terkadang hidup terlalu bebas menjadikan kita men-generalkan nilai, yang seharusnya tidak baik, bisa kita nilai jadi baik begitu pula sebaliknya. Lalu bagaimana mendapatkan nilai-nilai itu? Jawabannya : ilmu.

Kembali lagi ke soal karakter, siapapun kalian, bagaimanapun kondisi teman-teman saat ini tetap bersyukur dengan apa yang kita miliki, namun jangan cepat puas pada kondisi saat ini. Toyota ways bilang : “continuous improvement”. Perbaikan terus-menerus.

Jadilah pribadi yang berkarakter dan bersinergi positif untuk perbaikan dirimu, untuk kualitas hidupmu, dan untuk kebaikan masa depanmu! Ohya yang tidak kalah penting adalah untuk orang-orang yang menyayangi dan mencintaimu, mari ciptakan perubahan paling baik untuk senyum mereka :)

I DARE TO BE BETTER! 



-Anisa-

Cerita di Penghujung Senja

Senja membuka tabirnya, masih hangat seperti dulu
Kali ini aku melihatnya lebih dekat dari biasanya
Ternyata lebih menawan dari senja kemarin sore
Diceritakan olehnya, bahwa sebuah pertemuan selalu mendatangkan alasan
Alasan untuk pengharapan baru
Melahirkan cerita baru bersama sosok baru

***

Senja selalu bercerita apa adanya, tidak pernah ada yang ditutupi
Tentang cinta, kehadiran seseorang, dan kejujuran rasa
Kejujuran rasa untuk mencintai dengan sesungguhnya

***

Senja disini terlalu cantik, ranum, dan jingga menawan hati
Membuat siapapun jatuh cinta dibuatnya
Sambil perlahan pergi, senja menitipkan pesan terhangatnya...

“Cinta..
Cinta itu bukan cuman soal kesetiaan..
Bukan soal siapa yang paling lama bertahan dan tidak pergi....
Tapi..
Lebih dari itu.”



Senja di Pelabuhan Kecil, Pulau Karimun Jawa
Jepara, 31 Mei 2015



Sunday, February 22, 2015

You smile, I smile.

Selalu ada alasan mengapa kita dipertemukan dengan seseorang...
Mereka yang menorehkan cerita, tawa, canda, atau mungkin luka :)
Dan akan selalu jadi pembelajaran bagi mereka yang mau menjemput hikmahnya.

***

"I'm happy for you"

Rangkaian kata yang sebenarnya bukan basa basi biasa, bukan kalimat sederhana yang tanpa sarat makna. Iya aku turut berbahagia untukmu :')

Tidak jarang kalimat ini menjadi pelipur lara, menjadi pengingat untuk selalu bersyukur, menjadi motivasi untuk tetap mengambil sisi positif dari setiap kejadian.

Saya baru merasakan, rentetan kata yang simple itu tidak sesimple ketika kita benar-benar memahami maknanya.

Ya, terkadang pilihan terbaik adalah menerima.

"When someone else's happiness is your happiness, that's love."

You smile, I smile and I'm happy for you :)

Tuesday, January 13, 2015

Bukan Pelaku Seni

Mungkin benar apa kata Ayah (Pidi Baiq).
Inspirasi itu sudah jadi jiwanya seorang pelaku seni.
Tak perlu dicari atau dijemput, karna inspirasi itu ya dia sendiri.

Sore ini saya sadar betul kalau saya benar-benar seorang amatir.

Hehehe                     

Iya saya rindu, rindu inspirasiku.
Rindu aku yang bertemu kamu di perbatasan hujan, rindu aku melihat kamu melepas senja, rindu kamu yang terang di kala siang dan hangat di kala malam.

Rindu pelangiku datang lagi...
Aku janji, purnama malam ini akan kembali penuh.

Wednesday, February 19, 2014

Struggling with ‘muffler fumes’

Dear friends, how’s life?

Rasanya jari-jari ini kaku untuk memulai menulis lagi, bukan karena tak ada inspirasi tapi karena saya sendiri yang terlalu egois dan membiarkan waktu berputar begitu saja, tanpa jeda, bahkan hanya sekedar untuk berbagi cerita...

Saya tak pernah menyangka bahwa saya cukup berani untuk mengambil keputusan ini. Meninggalkan zona nyaman, memulai kehidupan baru di tempat ‘asing’. Dengan ‘muffler fumes’ yang begitu kental bersama kontener-kontener gagah, juga bis-bis yang mengangkut para karyawan ke tempat mereka bekerja. Bekerja dan bekerja, tanpa jeda.. seperti asap knalpot yang tiada habisnya menyelimuti kota ini.

Ternyata roda kehidupan begitu cepat berputar, sekarang saya sudah di garis usia dewasa, di titik inilah ketika hampir semua bagian hidup, saya putuskan sendiri. Ketika harus berjauhan dengan keluarga, teman-tema juga saudara di Bandung. Bukan hal mudah bagi ‘perantau’ pemula seperti saya, meninggalkan zona nyama saya disana, ya di Bandung bersama orang tersayang. Tapi karena inilah, saya tahu betul rindu yang sebenarnya itu seperti apa, betapa berharganya kebersamaan, betapa beratnya perjuangan dan betapa susahnya mencari uang. Hehehe :”)

Cibitung, kota industri. Begitu kentara dengan keriuhan dan kepadatan kendaraan bermotor, semuanya berlomba-lomba mencari nafkah untuk kehidupan yang lebih layak, berlomba untuk datang paling pagi dan menembus kemacetan di setiap harinya. Mungkin sama ceritanya dengan kondisi di kota lain di Indonesia, but I dont knw why, live at industrial town is feel like living in unknown place.*lebay ga sih?

Dulu saya sempat berfikir bahwa dengan memiliki waktu sendiri lebih banyak , saya bisa lebih fokus. Tapi ya bagaimanapun semangat saya ada di luar sana, saya tidak memungkiri bahwa sendiri itu sepi :)
Namun disinilah saya belajar dewasa, saya harus konsisten dengan pilihan yang saya ambil, dengan segala kemungkinan di depan sana, dengan segala resiko yang kian menghampiri, dan semua hal yang harus dihadapi sendiri.

Dibalik itu semua, saya sangat bersyukur dengan keadaan sekarang. Mereka semua adalah motivasi terbesar saya untuk bertahan disini, siapa lagi kalau bukan keluarga J

Terimakasih karena kalian selalu ada untuk saya, untuk support dan doanya, I Love You.






Saturday, August 17, 2013








Merdeka, Indonesiaku!


Tanah Air
By: Ibu Soed

Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan

Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Dirgahayu Indonesiaku ke 68!

Lagu diatas jika kita benar-benar pahami maknanya, akan menggetarkan jiwa dan hati siapapun yang menyanyikannya. Apa kau pernah seperti itu? Aku pernah!

Nanar bola mata yang jatuh jadi tangis rasa bangga ikut menghanyutkan suasana. Bangga telah dilahirkan di atas negeri yang damai, kaya akan sumber daya alam dan budayanya, bangsa yang besar, bangsa yang berwarna akan segala keragaman yang dimilikinya. Hanya di Indonesia, hanya disini kau akan benar-benar memahami arti perbedaan yang sesungguhnya :”)

PR kita masih banyak kawan, sama seperti 67 tahun ke belakang, mereka, kau, dan aku akan tetap mengatakan bahwa kita belum benar-benar merdeka, kita benar-benar belum bebas. Apakah hanya bentuk kebebasan dari penjajahan Belanda, Jepang, Portugis, Inggris, dan Negara lainnya yang merampas hak kita pada saat itu? Ya benar kita telah bebas dari belenggu mereka. Tapi apakah saat ini kemerdekaan itu hanya bentuk simbolis belaka?

Jika kita mengaku bangga pada bangsa ini, apa buktinya? Hanya karna kau merasa bebas melakukan apapun di negeri yang kau akui cinta ini membuatmu terbuai akan segala bentuk mordenisasi yang ada. Mengaku cinta tanah air tapi mencintai dirimu sendiri kau lupa, mencintai sesamamu juga sepertinya kau terlalu sibuk. Lantas apa bentuk dan perwujudan cintamu pada negeri ini?

Sampai kita terlena dengan kebebasan yang ada, sampai-sampai kita ‘kecolongan’ harta kita tanpa kau sadari. Kau tau bahwa sumber daya alam di  Indonesia diembargo pihak asing? Hampir seluruh kegiatan di Indonesia dibawah pengaruh pihak asing? Hutan, tambang emas, tambang batu hijau kita jelas-jelas sudah ganti kepemilikan. Dengan dasar ingin ‘kerja sama’ tapi hanya menguntungkan pihak lain semata. Terlalu krusial memikirkan jangka panjang sepertinya, sehingga apapun yang ada di depan mata saat itu diambil begitu saja, tanpa memikirkan efek jangka panjang yang bakal terjadi. Berapa persen kah keuntungan murni yang bisa diambil oleh Indonesia dari kerja sama itu? Dari ‘pemanfaatan’ lahan dan segala SDA yang ada di negeri yang kaya ini? Kita telah benar-benar telah terampas.

Jika bicara kemerdekaan, kita belum benar-benar merdeka karena nyatanya SDA di Indonesia masih dieksploitasi oleh bangsa asing, kita hanya dipekerjakan dibawah kepemilikan mereka diatas kekayaan yang murni milik kita. Sadarkah kau bahwa itu adalah bagian dari bentuk penjajahan? Tujuan awal penjajahan adalah merebut kekuasaan Indonesia dengan mengambil alih kepemilikan pengelolaan SDA yang ada.

Jika kita melihat faktanya saat ini:
 dalam UU migas bahwa investor hanya bisa berlaku sebagai kontraktor. Di dalam uu minerba investor bisa memiliki sumber daya alam, investor bisa menambang sendiri, investor bisa menjual sendiri hasil tambangnya, peran negara sama sekali dihilangkan dalam pengelolaan sda tsb. Negara hnya mendapatkan royalti pnbp 3.75% serta pendapatan pajak penghasilan. Asing bisa dengan leluasa menguasai sebnyk2nya SDA kita.
Izin Usaha Pertambangan (IUP) terbit dengan mudahnya, hanya dengan beberapa milyar saja sebuah perusahaan bisa dengan sebebas2nya menguasai ijin tambang di suatu daerah, bisa ribuan hektar ataupun ratusan ribu hektar." (http://politik.kompasiana.com)

Begitu juga dengan ekspor bahan mentah mineral pada praktinya masih sering dilakukan lalu meraih semua kepemilikan itu bisa dicapai dgn cara lelang. Jelas lah pihak mana yg akan menang? -_-

Entahlah siapa yang mesti disalahkan disini, saya yakin pada awalnya kita semua memiliki niat baik begitupun dengan pemerintah Indonesia pada zaman lampau ketika memutuskan untuk menyetujui hal ini. Saya tahu pihak asing lebih modern dari kita baik dari praktisi tekniknya dan alat teknologi yang dihasilkannya. Mereka begitu cerdik untuk melihat ada potensi besar yang dimiliki Indonesia. 

Hanya saja kita terlalu terlena dengan zona nyaman kita, sehingga aturan sulit ditegakkan, Undang-Undang hanya menjadi sebuah pajangan yang terlupakan, pencari kepentingan diatas nama pemerintah pun semakin banyak. Dan hal ini hanya menguntungkan golongan lain semata.

Freeport, Pabrik Kertas, Newmont, Chevron, dan yang lainnya memang memberikan andil untuk bangsa ini, mungkin bisa mambantu perekonomian di lingkungan sekitarnya, namun ketika mereka masih tetap berdiri di tanah air Indonesia, kitalah yang lebih patut untuk mengelola kekayaan kita sendiri.

Besar harapan agar pemerintah punya strategi yang lebih baik dalam mengatur ini semua, amanah terhadap aturan yang ada dalam konstitusi, lebih tegas dalam mengambil sikap pada pihak asing, realisasikan dalam tindakan nyata sesuai  UUD dan UU, tegakkan hukum Indonesia, buktikan bahwa kita tidak kalah saing dengan skill maupun dengan peralatan mereka, permudah kredit pada rakyat yang ingin mengembangkan usahanya dari SDA, optimalkan SDM yang ada dengan fasilitas yang lebih memadai untuk hasil yang optimal.

Semoga kita semua bisa lebih peka dengan makna kemerdekaan yang sesungguhnya, perayaan 17 Agustus bukanlah fungsi labeling semata tapi menjadi tugas untuk kita semua dalam menjaga kesatuan bangsa.

Damai  Indonesiaku, MERDEKA!!!

An inspiring Morrie

“Dalam perkawinan kita diuji. Kita mencari tahu siapa kita, siapa orang lain yang menjadi pasangan kita, mana yang harus kita sesuaikan, mana yang tidak.

Kalau kita tidak menghormati pihak yang lain, kita akan mendapatkan banyak masalah. Kalau kita tidak tahu cara berkompromi, kita aka mendapatkan banyak masalah. Kalau kita tidak mau berbicara terbuka tentang apapun yang terjadi di antara kita dan pasangan, kita akan mendapatkan banyak masalah. Dan kalau kita tidak memiliki seperangkat nilai yang kita sepakati dalam hidup, kita juga akan mendapatkan banyak masalah. Nilai-nilai yang kita anut harus sama.

Dan apa yang paling penting di antara nilai-nilai itu?

Keyakinan tentang pentingnya perkawinan kita.”   Ya Indeed Morrie!

Based on true story – Tuesday With MORRIE by Mitch Albom.
A short message that he had given to us. Another chapter in this book was showing an inspiring someone, named Morrie. He is a true learner who never failed to make everyone around him to smile and be thankful. This book doesn’t tell about marriage or anything. There was Morrie and Mitch (a best teacher and coach of Mitch). Morrie was struggling from his disease attack, so he was enjoying at the last moment of his life with sharing everything about life. And an inspiring Morrie had given us many lessons be will not forget.

May i share another story about him again?  (oh yes you have allowed me) :D

He told about emotion too..

“Apabila kita menahan emosi-emosi itu – apabila kita tidak membiarkan diri mengalaminya, kita tidak pernah mematikan rasa, kita terlalu sibuk menghadapi rasa takut. Kita takut menghadapai rasa nyeri, kita takut menghadapi rasa sedih. Kita takut mengalami penderitaan akibat cinta.

Tapi dengan membiarkan diri mengalami emosi-emosi ini, dengan membiarkan terjun ke dalamnya, sampai sejauh-jauhnya, kita akan mengalaminya secara penuh dan utuh. Kita tahu arti sakit. Kita tahu arti cinta. Kita tahu arti sedih. Dan hanya ketika kita mengatakan, ‘Baiklah. Aku telah mengenal emosi itu. Aku kenal betul emosi itu. Sekarang aku perlu mematikan perasaan dan emosi itu untuk sementara.” (Hal 110 - Tuesday With MORRIE by Mitch Albom)

Such a gorgeous thing, Morrie.

Tuesday, July 30, 2013

selamat jalan~

Apapun yang akan kamu lakukan setelah ini, semoga kamu selalu tau arah jalan pulang ke rumah...

Penantianmu ini tak akan sia-sia, seperti magnet yang menarik kutubnya yang berlawanan. Begitu juga dengan tujuanmu nanti, ketika kau bingung karena kehilangan arah, ia akan menarikmu masuk ke dalamnya, cepat atau lambat.

Cepatlah pulang! dan seraya berteriak dengan riangnya: “Welcome home!”





11.11 p.m